Pengobatan Kanker Payudara

Banyak cara yang dapat anda tentukan dalam mengambil langkah dalam pengobatan penyakit kanker payudara, baik itu cara medis maupun secara mengkonsumsi obat herbal.

Kanker payudara secara medis biasanya ditangani dengan beberapa cara tergantung tingkatannya apakah itu dengan operasi atau kemoterapi serta radioterapi.

Secara jujur, Sel Kanker sungguh sangat kecil peluangnya untuk di bersihkan sampai 100%. Hal ini dikarenakan Sel Kanker merupakan partikel yang sangat kecil dan sangat berdempetan dengan Sel yang Sehat. Sehingga tidak sedikit dari mereka yang telah melakukan rangkaian Operasi, Kemeterapi Maupun Radioterapi harus menjalankan tindakan itu berkali kali, meskipun hasilnya tidak dapat membunuh 100 % Sel Kanker.

Bagaimana Efek Negatif yang Timbul Setelah Operasi…?

Rasa Sakit

Tentu saja rasa sakit adalah hal yang umum ketika seseorang diberikan prosedur pembedahan, ini berlaku pada semua jenis operasi. Intensitas rasa sakit bergantung pada banyak faktorĀ  termasuk lokasi pada organ tubuh mana yang dibedah, seberapa besar luka sayatan pembedahan, seberapa banyak jaringan yang diangkat, dan apakah pasien juga telah mengalami rasa sakit sebelum diberikanĀ  pembedahan. Rasa sakit akan berangsun menghilang bersamaan dengan pemulihan kondisi tubuh setelah operasi. Untuk membantu mengurangi rasa sakit pasca operasi, dokter tentu juga akan memberikan obat-obatan tertentu.

Pendarahan

Tentu saja ini adalah efek samping yang sangat umum dari prosedur pembedahan. Pendarahan atau kehilangan darah sebenarnya tidak terlalu berakibat pada fungsi tubuh penderita, kecuali jika prosedur operasi mengakibatkan banyaknya kehilangan darah pada tubuh pasien. Untuk mengatasi ini maka tim medis tentu telah menyediakan transfusi darah sesuai yang dibutuhkan oleh penderita kanker yang menjalani operasi. Kadang-kadang pendarahan juga bisa terjadi pasca operasi, ketika ini terjadi maka luka harus segera dibersihkan dan sebaiknya dilakukan evaluasi oleh tim medis.

Infeksi

Efek samping berupa infeksi dapat terjadi di sekitar luka bekas operasi atau bahkan di bagian lain dari tubuh penderita kanker. Sebenarnya para dokter bedah dan tim medis telah mempersiapkan pasien agar selalu terhindar dari kemungkinan terkena infeksi. Beberapa tanda awal adanya infeksi antara lain berupa pembengkakan, warna kemerahan, rasa sakit yang bertambah intensitasnya, dan kadang-kadang keluarnya cairan dari luka bekas operasi. Tim medis akan memberikan antibiotik jika penderita kanker mengalami infeksi setelah prosedur pembedahan.

Pembengkakan pada Lokasi Sekitar Pembedahan

Ketika prosedur pembedahan selesai dilakukan, bagian sekitar tubuh yang mengalami pembedahan tentu mengalami luka sayat. Di sekitar luka ini akan terjadi pembengkakan. Pembengkakan terjadi karena respon sel-sel darah putih (leukosit) yang mengeluarkan substansi-substansi tertentu dan terakumulasi pada daerah sekitar luka untuk menyerang substansi-substansi asing. Ini adalah proses normal yang dilakukan oleh tubuh. Bersama proses penyembuhan, maka pembengkakan bagian sekitar luka operasi juga akan sembuh.

Lemas Tak Bertenaga

Kebanyakan penderita kanker yang menjalani pengobatan melalui operasi, merasa sangat lelah pasca pembedahan, terutama ketika pembedahan ini dilakukan pada bagian-bagian seperti rongga perut atau rongga dada. Hal ini sangat berhubungan dengan beberapa faktor yang saling berkombinasi seperti penggunaan anestesia (pembiusan), proses yang terjadi dalam tubuh penderita karena energi tubuh akan dicurahkan kepada bagian yang mengalami operasi untuk proses penyembuhan, dan berkurangnya jumlah asupan makanan setelah pembedahan, juga faktor stress yang mungkin dialami oleh penderita. Biasanya perasaan lemas tak bertenaga ini akan menghilang berangsur-angsur setelah setengah atau satu bulan pasca operasi.

Disfungsi Organ

Ketika prosedur pembedahan dilakukan pada area tertentu seperti rongga perut atau dada, efek samping yang mungkin muncul adalah tidak berfungsinya organ-organ tertentu seperti saluran pencernaan untuk beberapa saat. Disfungsi saluran pencernaan yang terjadi misalnya, saluran pencernaan tidak akan melewatkan makanan atau gas untuk jangka waktu tertentu yang pendek. Hal ini akan mengakibatkan penderita mengalami pusing, mual dan muntah, kram pada bagian perut.

Keluarnya Cairan dari Luka Bekas Pembedahan

Pada beberapa kasus, terjadi pengeluaran cairan melalui luka bekas sayatan operasi. Hal ini harus mendapatkan perhatian terutama jika cairan berbau busuk atau tampak luka yang memerah dan terjadi peradangan. Adanya tanda-tanda ini mungkin menunjukkan bahwa telah terjadi infeksi dan harus segera dievaluasi oleh tim medis dan mungkin perlu ditangani.

Adanya Memar di Sekitar Daerah Pembedahan

Setelah penderita kanker menjalani prosedur pembedahan, adalah umum terbentuk memar di sekitar daerah operasi. Hal ini terjadi karena pecah dan terpotongnya pembuluh darah di sekitar daerah operasi. Tetapi, jika memar disertai dengan pembengkakan, maka sebaiknya pasien meminta tim medis melakukan evaluasi jika perlu tentu akan diberikan penanganan lebih lanjut.

Kehilangan Selera Makan

Efek samping berupa kehilangan nafsu makan pada penderita kanker sehabis menjalani prosedur pembedahan adalah hal yang sangat umum terjadi, utamanya ketika anestesia diberikan. Hal ini nantinya juga akan mengakibatkan turunnya berat badan. Biasanya selera makan akan segera pulih dan berat badan kembali normal setelah semua efek lainnya dari pembedahan mereda.

Lymphedema

Lymphedema adalah efek samping yang umum dialami oleh pasien pengobatan kanker yang melakukan pembedahan pada nodus limfa (lymph node) untuk pengangkatan nodus limfa ini. Nodus limfa ukurannya kecil dan bentuknya biji kacang yang sebenarnya berfungsi untuk pertahanan tubuh terhadap serangan bakteri atau bahan-bahan berbahaya yang amsuk ke dalam tubuh. Ketika nodus limfa diangkat pada suatu pembedahan, cairan limfatik yang bening akan terkumpul di sekitar area ini dan menyebabkan pembengkakan. Adanya pembengkakan akan mengakibatkan ketidaknyamanan penderita kanker untuk menggerakan anggota tubuh yang terpengaruh seperti lengan atau kaki. Jika lyphedema terjadi, maka tim medis akan memberikan terapi khusus untuk lymphedema ini.

 

Jika anda ingin menghindari efek samping beresiko setelah penanganan pengobatan kanker secara medis, mungkin anda bisa memikirkan kembali untuk mengambil tindakan lain seperti Pengobatan Kanker Payudara dengan cara Mengkonsumsi Minuman Obat Herbal Tahitian Noni & Maxidoid. Selain terhindar dari efek samping negatif yang sangat beresiko, tingkat keberhasilan juga lebih tinggi jika mengkonsumsi minuman herbal Tahitian Noni yang telah terbukti secara klinis dapat membantu mengatasi Kanker.

Terapi Kanker Payudara dengan Obat herbal Tahitian Noni disarankan dengan Paket Kanker yaitu 4 Botol Tahitian Noni Juice + 4 Botol Tahitian Noni Maxidoid Rp.3.740.000